Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    yusranpauwah.com
    • Home
    • Categories
      • Parlemen
      • News
      • Urban
      • Social
      • Tourism
      • Fishery
    • Portfolio
    • About
    • Contact
    Facebook X (Twitter) Instagram
    yusranpauwah.com
    Social

    Pekerja dan Feminisme: Membangun Keadilan Gender Dalam Dunia Kerja Modern

    YPBy YPMei 1, 2026Updated:Mei 25, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read

    Weda – Pekerja perempuan merupakan bagian integral dari sistem ekonomi modern, namun dalam praktiknya masih menghadapi ketimpangan struktural yang berakar pada konstruksi sosial, budaya, dan kebijakan yang belum sepenuhnya responsif terhadap prinsip kesetaraan gender. Dalam konteks ini, feminisme pekerja hadir bukan sekadar sebagai gerakan ideologis, tetapi sebagai pendekatan analitis dan praksis untuk memastikan bahwa perempuan memperoleh hak, perlindungan, dan kesempatan yang setara dalam dunia kerja.

    Secara konseptual, feminisme pekerja berangkat dari pemahaman bahwa relasi kerja tidak bersifat netral, melainkan dipengaruhi oleh struktur kekuasaan yang seringkali menempatkan perempuan pada posisi subordinat. Dalam perspektif teori feminis, terutama feminist political economy, perempuan kerap mengalami marginalisasi melalui pembagian kerja berbasis gender, di mana mereka lebih banyak terlibat dalam pekerjaan berupah rendah, sektor informal, atau pekerjaan yang dianggap “tambahan” dalam rumah tangga.

    Dalam realitas empiris, pekerja perempuan menghadapi berbagai tantangan multidimensional. Pertama, kesenjangan upah (gender wage gap) masih menjadi isu utama, di mana perempuan sering menerima upah lebih rendah dibandingkan laki-laki untuk pekerjaan yang setara. Kedua, adanya diskriminasi dalam akses terhadap posisi strategis atau kepemimpinan, yang dikenal sebagai glass ceiling. Ketiga, beban ganda (double burden), yaitu tanggung jawab domestik yang tetap melekat meskipun perempuan aktif di sektor publik. Keempat, kerentanan terhadap pelecehan dan kekerasan di tempat kerja yang seringkali tidak tertangani secara memadai.

    Selain itu, dominasi perempuan dalam sektor informal memperburuk kondisi perlindungan tenaga kerja. Banyak pekerja perempuan tidak memiliki kontrak kerja yang jelas, tidak terdaftar dalam sistem jaminan sosial, serta minim akses terhadap perlindungan hukum. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara prinsip normatif kesetaraan gender dengan realitas implementatif di lapangan.

    Dalam kerangka kebijakan publik, upaya untuk mendorong keadilan gender dalam dunia kerja harus dilakukan secara sistematis dan terintegrasi. Hal ini mencakup penguatan regulasi anti-diskriminasi, penerapan kebijakan upah yang adil, penyediaan fasilitas kerja yang ramah perempuan seperti cuti melahirkan dan ruang laktasi, serta mekanisme perlindungan terhadap kekerasan dan pelecehan di tempat kerja. Lebih jauh, penting untuk memastikan bahwa kebijakan ketenagakerjaan tidak hanya bersifat netral gender, tetapi juga sensitif terhadap kebutuhan spesifik perempuan.

    Peran serikat pekerja dalam konteks feminisme menjadi sangat strategis. Serikat tidak hanya berfungsi sebagai alat perjuangan hak ekonomi, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang mampu mendorong transformasi nilai dan praktik kerja yang lebih inklusif. Penguatan partisipasi perempuan dalam struktur kepemimpinan serikat, penyusunan agenda perjuangan berbasis gender, serta pendidikan kesadaran gender bagi anggota menjadi langkah penting dalam mewujudkan serikat pekerja yang responsif terhadap isu feminisme.

    Di sisi lain, dunia usaha juga memiliki tanggung jawab dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan berkeadilan. Praktik bisnis yang berkelanjutan (sustainable business practices) tidak hanya diukur dari kinerja ekonomi, tetapi juga dari komitmen terhadap prinsip kesetaraan dan inklusi. Perusahaan yang mampu mengintegrasikan perspektif gender dalam manajemen sumber daya manusia cenderung memiliki kinerja yang lebih adaptif dan inovatif.

    Kesimpulannya, feminisme pekerja bukanlah agenda sektoral, melainkan bagian dari upaya yang lebih luas untuk menciptakan sistem ekonomi yang adil dan berkelanjutan. Keadilan gender dalam dunia kerja bukan hanya isu perempuan, tetapi isu bersama yang menentukan kualitas pembangunan manusia secara keseluruhan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, serikat pekerja, dunia usaha, dan masyarakat untuk memastikan bahwa setiap pekerja, tanpa memandang gender, memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang dan sejahtera.

    Dengan pendekatan yang berbasis keadilan, inklusivitas, dan keberlanjutan, feminisme pekerja menjadi fondasi penting dalam membangun masa depan dunia kerja yang lebih manusiawi dan berdaya saing.

    DPD Maluku Utara Perempuan spn Tenanga Kerja weda
    YP
    • Website

    Related Posts

    Ketua DPD SPN Maluku Utara Minta Gerai Indomaret dan Alfamart Tidak Ditutup oleh Wacana Kopdes

    Mei 28, 2026

    Transformasi Digital Pemerintahan Harus Berbasis Pelayanan, Bukan Sekadar Pencitraan Digital

    Mei 24, 2026

    Santunan Kematian di Maluku Utara Dinilai Belum Maksimal, Fraksi Hanura Minta Evaluasi

    Mei 24, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Recent Posts

    • Komisi IV DPRD Provinsi Maluku Utara Kunjungi Keluarga Jemaah Haji Kepulauan Sula yang Wafat di Tanah Suci
    • Ketua DPD SPN Maluku Utara Minta Gerai Indomaret dan Alfamart Tidak Ditutup oleh Wacana Kopdes
    • Publik Pertanyakan Hasil Nyata Pertemuan Sherly Tjoanda dengan AHY
    • Transformasi Digital Pemerintahan Harus Berbasis Pelayanan, Bukan Sekadar Pencitraan Digital
    • Besarnya Tuntutan Harus Mencerminkan Persebaran Suara dan Legitimasi Rakyat

    Recent Comments

    Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

    Archives

    • Juni 2026
    • Mei 2026
    • April 2026
    • Maret 2026
    • November 2018
    • Mei 2018
    • September 2017
    • Juni 2017
    • Februari 2017

    Categories

    • Fishery
    • News
    • Parlemen
    • Social
    • Tourism
    • Urban
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.