Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    yusranpauwah.com
    • Home
    • Categories
      • Parlemen
      • News
      • Urban
      • Social
      • Tourism
      • Fishery
    • Portfolio
    • About
    • Contact
    Facebook X (Twitter) Instagram
    yusranpauwah.com
    Urban

    Arsitektur Kota Kampung Arab Manado

    YPBy YPFebruari 16, 2017Updated:April 13, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Masjid Masyhur Istiqlal
    Kampung Arab Manado berada di Kelurahan Istiqlal Kecamatan Wenang, ditinggali oleh masyarakat yang heterogen. Kampung Arab adalah sebuah kampung yang pada sebagian wilayahnya banyak di tinggali oleh komunitas etnis Arab. Pada kenyataannya memang tidak seluruh masyarakat yang tinggal di Kampung Arab Manado adalah etnis keturunan Arab, melainkan dari berbagai etnis dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda. Dimana karakteristik kebudayaan suatu etnis bisa mempengaruhi cara hidup satu kelompok, Herskovist (dalam Setadi dan Kolip, 2010). Hal ini sangat berpengaruh terhadap aktifitas keseharian mereka, terutama aktifitas yang berlangsung di permukiman Kampung Arab itu sendiri. Karena merupakan domain yang mewakili kebudayaan suatu etnis pada sebuah kawasan permukiman.

    Seiring dengan perkembangan zaman, Kampung Arab Manado dengan berbagai kegiatan aktivitas di dalamnya yang semakin hari semakin meningkat. Mengakibatkan permukiman Kampung Arab mulai tergeser kerarah modernisasi secara perlahan-lahan atau dipaksa untuk merubah fungsinya, apakah itu bangunan-bangunan tuanya, bangunan yang tidak terpakai, bahkan ruang luarnya. Perubahan fungsi kawasan, keterkaiatanya dengan perubahan fungsi lahan dan bangunan; baik fisik, kepadatan bangunan, facade atau wajah bagunan dan struktur ruangnya. Akibat dari perubahan pada ruang permukiman Kampung Arab dan beragam aktivitas didalamnya, kini masyarakat yang ada di dalam Kampung Arab Manado, baik yang berdomisili dan pengunjung sudah tidak mempedulikan atau mulai kehilangan mental terhadap permukiman Kampung Arab Manado. Padahal makna dari suatu ruang permukiman, bukan hanya diciptakan sebagai sebuah tempat, melainkan memberikan jiwa dan menghidupkan existensi dari ruang itu sendiri. Seperti yang diketahui kawasan permukiman Kampung Arab Manado adalah salah satu dari berbagai ‘kawasan Tua’ yang dimiliki oleh kota Manado yang patut dipertahankan.

    Dalam Arsitektur Kota, makna ruang merupakan elemen yang fundamental karena ide dari segala bentuk dilingkungannya, membantu menjelaskan suatu ruang masih terlihat hidup atau terkesan hancur (mati), oleh masyarakat yang ada di dalamnya. Pada kenyataannya, dalam kehidupan sehari-hari etnis keturuan Arab Manado masih memegang teguh norma-norma warisan leluhur yang berdasar pada norma-norma Islam. Sejalan dengan ungkapan Amos Rapoprt (1996), bahwa aspek-aspek norma, kultur, psikologi masyarakat yang berbeda akan menghasilkan konsep dan wujud ruang yang berbeda pula. Untuk dapat mempertahankan permukiman Kampung Arab Manado yang berujud identitas, seharusnya masyarakat etnis keturunan Arab dalam mewujudkan permukiman, berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang sesuai dengan kebutuhannya dan diikuti  dengan perkembangan zaman.

    Pola ruang kota Kampung Arab Manado cenderung:

    • Organik mengikuti perkembangan sosial komunitas
    • Jalan sempit (gang) yang menciptakan interaksi sosial tinggi
    • Berorientasi pada akses perdagangan dan pelabuhan
    • Kedekatan spasial antara fungsi hunian dan ekonomi

    Konsep ini mirip dengan:

    • kampung pesisir tradisional
    • permukiman diaspora pedagang Arab di Nusantara

    Masjid menjadi elemen utama struktur kota:

    • pusat kegiatan sosial dan pendidikan agama
    • orientasi spasial permukiman
    • simbol identitas komunitas

    Keberadaan masjid memperkuat konsep: religious-based urban settlement

    Secara teori Perencanaan Wilayah dan Kota, Kampung Arab Manado menunjukkan:

    • urban heritage landscape
    • cultural based settlement
    • mixed-use traditional urban form
    • social cohesion spatial structure

    Kawasan ini penting sebagai:

    • identitas sejarah kota Manado
    • bukti interaksi perdagangan internasional masa lalu
    • aset pengembangan wisata budaya

    PUSTAKA
    Setadi, E.M. dan Kolip, U., 2010, Pengantar Sosiologi. Pemahaman Fakta dan
    Gejala Permasalahan Soisal : Teori, Aplikasi, dan Pemecahan. Kencana
    Prenademedia Grub. Bandung
    Rapoprt, A., 1996, Human Aspects Of Urban Form. Pergamon Press. Oxford.
    Kampung Arab manado
    YP
    • Website

    Related Posts

    Fenomena Ketimpangan Spasial

    April 24, 2026

    Tantangan Akses Antar Pulau dalam Perspektif Perencanaan Wilayah dan Kota

    April 22, 2026

    Wilayah Kepulauan: Karakteristik, Tantangan, dan Pembangunan

    April 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Recent Posts

    • Komisi IV DPRD Provinsi Maluku Utara Kunjungi Keluarga Jemaah Haji Kepulauan Sula yang Wafat di Tanah Suci
    • Ketua DPD SPN Maluku Utara Minta Gerai Indomaret dan Alfamart Tidak Ditutup oleh Wacana Kopdes
    • Publik Pertanyakan Hasil Nyata Pertemuan Sherly Tjoanda dengan AHY
    • Transformasi Digital Pemerintahan Harus Berbasis Pelayanan, Bukan Sekadar Pencitraan Digital
    • Besarnya Tuntutan Harus Mencerminkan Persebaran Suara dan Legitimasi Rakyat

    Recent Comments

    Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

    Archives

    • Juni 2026
    • Mei 2026
    • April 2026
    • Maret 2026
    • November 2018
    • Mei 2018
    • September 2017
    • Juni 2017
    • Februari 2017

    Categories

    • Fishery
    • News
    • Parlemen
    • Social
    • Tourism
    • Urban
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.